Membunuh Malam

Posted: Juli 24, 2012 in PUISI

Kucoba diam dan merenung
Hanya hampa yang kurasa

Disudut hati kucoba bermain api untuk bunuh kebosanan
semua yang kumiliku sudah lama kucampakkan.

Dari luar jendela angin malam selalu mehimbau
“Tinggalkan Saja Semua Itu Lalu Kita Pecahkan Sunyi Malam Ini”

Aku tahu aku bukanlah aku yang dulu lagi
Tubuhku ini adalah kaca yang menunggu waktu dia akan pecah.

Dan aku juga tidak berhak bicara soal pikiran dan hati
Sebab itu telah aku jual demi semuah kedamaian dalam hidupku

Dalam sepi ku selalu berharap ” Lentera Cepatlah Kau Padam”
Agar pagi tiba dan aku bisa kembali ke pentas sandiwara

Disini tidak ada rembulan lagi apalagi bintang
jadi untuk apa lagi aku tetap terbangun

Api kian besar, namun kubiarkan begitu saja
Hingga seluluh hatiku terbakar

Saat lenteranya mulai redup aku sudah tidak memiliki apa-apa

Dan memjelang fajar ku gantungkan lagi cita-cita yang hari ini masih belum aku dapatkan.
Diselimuti embun ku berharap besok aku tapil sebagai tokoh yang baik
Sebab disetiap panggung aku selalu saja menjadi penjahat yang dibenci

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s