Wasit-wasit di Premier League tengah jadi sorotan akibat merosotnya kepercayaan klub-klub papan atas Inggris. Bahkan, pada pekan 9 terjadi tiga keputusan kontroversial yang dibuat sang pengadil.

Sejak awal musim 2012-13 bergulir memang tidak banyak keputusan wasit yang jadi sorotan. Namun, dalam tiga pekan terakhir, hal itu berubah drastis.

Banyak keputusan-keputusan wasit yang dianggap tidak tepat. Berikut keputusan-keputusan kontroversial yang cukup signifikan untuk dipertanyakan:

1. Liverpool Vs Everton (28 Oktober 2012)
Derby Merseyside berakhir dengan skor imbang 2-2, namun yang jadi kontroversi adalah dianulirnya gol Suarez di penghujung laga. Menyambut tandukan Sebastian Coates, penyerang Uruguay itu mencocor bola dan masuk ke gawang Tim Howard.

Namun, selebrasi pemain The Reds akhirnya batal karena asisten wasit sudah mengangkat bendera tanda offside. Saat dilihat pada tayangan ulang, tak jelas siapa pemain yang dianggap sang pengadil berdiri offside. Pasalnya, seluruh pemain Liverpool berada di belakang pemain Everton.

2. Chelsea Vs Manchester United (28 Oktober 2012)
Laga bertajuk ‘Super Sunday’ kemarin rusak karena dikotori oleh keputusan kontroversial wasit Mark Clattenburg. Mantan tukang ledeng itu mengusir Branislav Ivanovic dan Fernando Torres saat kedudukan sama kuat 2-2.

Puncak kontroversi terjadi pada menit 75 saat MU akhirnya unggul kembali lewat Javier ‘Chicharito’ Hernandez. Pemain Meksiko itu dinilai sudah berdiri offside saat menerima umpan Rafael Da Silva. The Blues pun berang dan mengecam sang pengadil.

3. Arsenal Vs Queens Park Rangers (27 Oktober 2012)
Kesulitan membongkar pertahanan 10 pemain QPR, The Gunners akhirnya bisa bersorak saat laga hanya tersisa 2 menit. Namun, gol Mikel Arteta pantas untuk diperdebatkan.

Saat terjadi kemelut di depan gawang Julio Cesar, Arteta berdiri tepat di depan garis gawang saat menyambut rebound Aaron Ramsey. Pemain QPR langsung melancarkan protes, namun wasit bergeming dan tetap pada putusannya.

sumber
Brudoonews.com

Iklan

Membunuh Malam

Posted: Juli 24, 2012 in PUISI

Kucoba diam dan merenung
Hanya hampa yang kurasa

Disudut hati kucoba bermain api untuk bunuh kebosanan
semua yang kumiliku sudah lama kucampakkan.

Dari luar jendela angin malam selalu mehimbau
“Tinggalkan Saja Semua Itu Lalu Kita Pecahkan Sunyi Malam Ini”

Aku tahu aku bukanlah aku yang dulu lagi
Tubuhku ini adalah kaca yang menunggu waktu dia akan pecah.

Dan aku juga tidak berhak bicara soal pikiran dan hati
Sebab itu telah aku jual demi semuah kedamaian dalam hidupku

Dalam sepi ku selalu berharap ” Lentera Cepatlah Kau Padam”
Agar pagi tiba dan aku bisa kembali ke pentas sandiwara

Disini tidak ada rembulan lagi apalagi bintang
jadi untuk apa lagi aku tetap terbangun

Api kian besar, namun kubiarkan begitu saja
Hingga seluluh hatiku terbakar

Saat lenteranya mulai redup aku sudah tidak memiliki apa-apa

Dan memjelang fajar ku gantungkan lagi cita-cita yang hari ini masih belum aku dapatkan.
Diselimuti embun ku berharap besok aku tapil sebagai tokoh yang baik
Sebab disetiap panggung aku selalu saja menjadi penjahat yang dibenci

Kaca Yang Pecah

Posted: Juli 19, 2012 in PUISI

Engkau yang ku kenal dulu sangat anggun , ceria dan sangat sedernahana dalam bertingkah.

Setiap lembaran hidupku selalu kau hiasi dengan bingkai-bingkai agar menjadi indah.

Engkau yang ku kenal dulu sangat setia bertanya ” lalu apa lagi yang akan kita lalui hari ini?”

Hingga Matahari iri padaku

Aku dicampakkan di negeri jauh yang aku sendiri tak tak tahu negeri ini entah dimana

Setiap hari aku meronta-ronta disudut malam agar dikembalikan ke samping mu

Tapi sia-sia semua yang ada disinipun adalah yang tersesat tak bisa pulang

Bertahun – tahun aku pelajari ilmu alam hanya untuk bisa kembali padamu

Jujur saja gambar wajahmu sudah mulai pudar dalam mataku

Namun cintaku pada semua sifat-sifatmu yang sederhana itu tidak akan pudar

Meski jasat ini habis terkikis air keringat perjuanganku

Hingga suatu saat aku bisa berbincang2 dengan angin, kuceritakkan semua kisah kita

Tahukah engkau mata ku tidak pernah menangis lagi sejak aku menganal mu

Hingga saat itu hingga angin berkata ” aku baru saja melalu tempat yang kau ceritakan, tidak ada gadis seperti yang kau ceritakan, tidak ada wanita sedang menunggumu atau bersedih atas kehilanganmu”

Tak percaya akan itu aku tanyakan pada awan jawabannya pun sama

Ku pergi pada rombongan burung dengan membawa sisa-sisa sketsa wajahmu di hatiku Jawabannya lebih parah lagi ” kami sering melihatnnya dan dia hidup bahagia dengan seorang kekasihnya”

Tahukah engkau mungkin tubuh dan pikiranku dari baja namun hati ku ini terbuat dari kaca

Dan kaca itu kini dijatuhkan beban yang bahkan baja sekalipun tak bisa menahannya

Dahulu aku disiniĀ  tersesat berjuang dengan hasrat gilaku untuk kembali pulang

Kini aku disini tersesat dan tak memiliki tempat untuk pulang sementara aku masih terlalu asing untuk tempat ini

Seperti Biasa

Posted: Juni 25, 2012 in PUISI

Hari Ini Pun Masih Sama

Matahari Yang Terik Membakar Jalanan

Awan Yang Ketakutan Sembuyi di Balik Gunung

Dan Angin Sudah Lelah Bermain di Malam Hari

Engkau Pun Masih Tetap Sama

Terus Bertanya Kapan Aku Akan Kembali Lagi Ke Sisimu

“Tak Adakah Sedikitpun Rindu Yang Ada Pada Hatimu Itu” Tanyamu

“Atau Cintamu Sudah Kau Tebarkan Diperjalanan Mu Kesana Higga Tak Ada Yang Tersisa?”

Rasanya Inginku Sampaikan Padamu Betapa Kuat Rindu Yang Selalu Menggrogoti Hatiku Ini

Atau Kuperlihatkan Saja Cintaku Ini Padamu Sehingga Kau Tak Bisa Melihat Yang Lain Selain Cinta

Aku Pun Masih Seperti Biasa Hanya Bisa Diam Dan Berkata

” Sabar Sayang”

Andai Engkau Tau Betapa Gilanya Aku Disini Yang Sudah Tidak Tahu Lagi Beda Siang Dan Malam

Andai Engkau Tau Berapa Susahnya Aku Yang Mendayung Kapal Kita Dengan Tangan Dan Tubuhku Menjadi Layar

Hanya Untuk Menuju Pulau Impian Kita

Dan Seperti Biasa Kata-Kata Itu Tak Bisa Keluar Dari Mulutku

Sekali Lagi Saja

Posted: Juni 4, 2012 in PUISI

Tuhan

Jujur Saja Aku Sudah Mulai Bisa Ikhlas Saat Kau Minta Dia Dariku

Tak Ada Lagi Kobaran di Hati Yang Ingin Membakar Dunia Mu Ini

Tak Ada Lagi Sumpah Serapah Atau Hasutan Untuk Mencampakkan Mu

Walau Untuk Mendapatkkan Ini Aku Harus Membuang Semua Isi Kehidupanku

Tuhan

Seandainya Kita Berbaikkan Bolehkah Aku Meminta Sesuatu?

Aku Ingin Seseorang Yang Ada di Sisiku, Seseorang Yang Bisa Megerti Aku Seperti Dia

Jujur Saja Tuhan

Selama Aku Lari Darimu Aku Terus Mencari Yang Seperti Dia.

Tapi Seperti Yang Kau Lihat Sekarang Aku Hampa

Tuhan Jika Kau Setuju Ambillah Apa Yang Ingin Kau Ambil

Sebab Kau Lah Yang Paling Tahu Aku Setelah Dia Tiada, Ambillah Semuanya

Dan Biarkkan Aku Merasakkan Rasa Itu Sekali Saja Lagi

Sebelum Kau Benar-Benar Mengambil Smua Yang Ada Pada Diriku Ini

WOODPECKER

Posted: Mei 23, 2012 in PUISI

WOODPECKER KECIL YANG NAKAL
KAU MEMBUAT LUBANG LAIN HARI INI
HUTAN PENUH DENGAN LUBANG YANG KAU BUAT
DEWA HUTAN YANG MARAH MENARUH RACUN DIPARUHMU
WOODPECKER KECIL YANG MALANG, SARANG DAN MAKANANMU BERACUN
SENTUH TEMANMU DAN MEREKA AKAN MATI
WOODPECKER KECIL YANG MALANG
AIR MATA BERACUNMU BERKILAU SANGAT TERANG